Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) di Indonesia

 Dewasa ini, kemajuan teknologi terus menciptakan inovasi-inovasi baru dan menarik. Dengan berbagai temuan teknologi baru, tentu saja kehidupan dan peradaban manusia semakin bergerak ke arah yang lebih baik. Di mana berbagai kegiatan dan pekerjaan manusia semakin mudah dilakukan bahkan tanpa membutuhkan banyak tenaga. Salah satu contoh kemajuan tersebut adalah penggunaan teknologi kecerdasan buatan.


    Kecerdasan buatan atau biasa dikenal dengan Artificial Intelligence (AI) adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah. Kecerdasan buatan memungkinkan mesin untuk belajar dari pengalaman, menyesuaikan input-input baru dan melaksanakan tugas seperti manusia. Pada dasarnya, tujuan dari penggunaan kecerdasan buatan adalah untuk membantu (memudahkan) manusia dalam mengerjakan tugas atau pekerjaannya. Meskipun AI membantu pekerjaan manusia, tetapi AI bukan pengganti manusia dan tidak akan mengganti manusia dalam waktu dekat. 


    Teknologi kecerdasan buatan (AI) memiliki beberapa kelebihan yaitu bersifat permanen atau tidak berubah (tergantung pada sistem komputer dan program), dapat menyimpan berbagai informasi atau data tanpa adanya batasan (dapat disesuaikan dengan kebutuhan), cepat dan akurat dalam mengerjakan suatu pekerjaan (dalam sistem kerjanya), kemampuan memecahkan masalah yang kompleks, bisa menduplikasi dan mentransfer suatu kemampuan dengan mudah dari satu komputer ke komputer lain, serta penggunaan tanpa adanya batas waktu karena AI tidak mengenal rasa lelah dan bosan. Sedangkan kelemahannya antara lain Kecerdasan yang ada pada Artificial Intelligence tergantung pada apa yang diinput oleh programer (terbatas pada suatu program), tidak memiliki Common Sense (kemampuan yang tidak hanya sekedar memproses sebuah informasi, melainkan mengerti akan informasi tersebut), tidak memiliki kemampuan mengembangkan pengetahuan (pengembangan pengetahuan pada Artificial Intelligence tergantung pada sistem yang dibangun).


    Di indonesia, kecerdasan buatan sudah banyak diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun sebagian masyarakat belum menyadari hal ini dikarenakan adanya stigma bahwa kecerdasan buatan adalah robot. Padahal bukan hanya robot yang menerapkan teknologi kecerdasan buatan. Salah satu contohnya adalah mesin penulusuran yang sering kita gunakan di gawai kita yaitu Google. Ketika kita mencoba menelusuri di Google, ada beberapa rekomendasi penelusuran yang diisi secara otomatis. Fitur ini menunjukkan prediksi penelusuran berdasarkan karakter yang kita ketik. Selain itu, kecerdasan buatan yang sering kita gunakan yaitu navigasi Google Map yang mampu memberikan beberapa rute perjalanan berdasarkan posisi saat ini dan posisi tujuan. Bukan hanya itu saja, teknologi AI juga digunakan dalam berbagai bidang yang lain seperti bidang perbankan dan keuangan yang menggunakan mesin pembayaran elektronik dan mobile banking, di bidang kesehatan menggunakan asisten layanan kesehatan pribadi, memberikan pengobatan, serta pembacaan sinar X yang dipersonalisasikan, di bidang hiburan (game) menggunakan AI pada NPC (Non Playable Character) untuk meningkatkan pengalaman bermain yang lebih menarik bagi pemain, dan masih banyak penggunaan AI di berbagai bidang dalam kehidupan sehari hari. Dengan adanya pemanfaatan AI dalam kehidupan masyarakat Indonesia, diharapakan dapat mendukung kemajuan Indonesia diberbagai bidang terutama di bidang teknologi.







Sumber :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan

https://www.sas.com/id_id/insights/analytics/what-is-artificial-intelligence.html

https://profio.co.id/perkembangan-teknologi-kecerdasan-buatan-di-indonesia/#:~:text=Teknologi%20AI%20di%20Indonesia%20tidak,Malaysia%20(8%2C1%25).

https://digitalbisnis.id/10-contoh-artificial-intelligence-dalam-kehidupan-sehari-hari/

Komentar